world news

berita aktual,tajam,terpercaya,terkini,dunia,hari ini

Archive for the ‘kriminalitas’ Category

Previous Post

Posted by adysetyop on June 6, 2009

DAISY Fajarina, ibunda model Indonesia Manohara Odelia Pinot mengungkap secara rinci berbagai persoalan yang dialami putri tercinta. Ia mendapat informasi dari orang dalam Kerajaan Kelantan, Malaysia, Manohara cuma dijadikan alat memenuhi kerinduan sang raja dan ratu mendapatkan keturunan. “Jadi saya mohon Manohara sudah urgent sekali untuk ditolong,” tutur perempuan berusia 44 tahun itu di hadapan anggota Komisi I DPR yang membidangi Pertahanan, Luar Negeri, dan Informasi di ruang rapat di Jakarta, Jumat (8/5).

Menurut Daisy, pihak istana juga menyuruh seorang dokter menyuntik Manohara agar tidak ingat apa-apa. “Di dalam istana sudah disuntikin macam-macam pak. Minum obat sampai dia lupa,” ujar dia. Informasi itu diperoleh dari seorang dokter yang tak disebutkan namanya. Ia juga menegaskan, Manohara mengalami kekerasan seksual yang diterima dari suami dia, Tengku Temenggong Muhammad Fakhry Petra, pangeran Kerajaan Kelantan, Malaysia. Fakta itu diutarakan berdasarkan bukti lewat pesan pendek di telepon genggam (SMS) yang diterima Daisy dari Manohara.

Isi SMS juga menceritakan saat Manohara dipisahkan paksa dari Daisy usai pulang umrah, Maret silam. “Ketika mereka memaksa aku masuk pesawat di Jeddah, Soberi, Azari, dan TT memukul saya. Istri Soberi memegang saya dan memaksa saya lalu pintu pesawat ditutup,” demikian bunyi SMS yang diterima Daisy. Kala itu selesai umrah, Daisy berangkat ke bandara naik kendaraan terpisah dari Manohara di mobil bersama keluarga Fakhry.

Daisy dan Afrian Bondjol, pengacara Daisy lega. Keluhan mereka ditampung anggota Komisi I DPR. “Komisi I berjanji akan menindaklanjuti masalah ini,” tutur Afrian. Daisy optimistis para Wakil Rakyat itu bisa membantu masalah dia. “Kalau saya tidak yakin ke komisi satu kemana lagi saya harus yakin,” kata Daisy.(As)

Posted in indonesia news, kriminalitas, sosial budaya | Leave a Comment »

“Diskriminasi” Kasus Antasari Azhar

Posted by adysetyop on May 18, 2009

antasari azhar

antasari azhar

Kasus yang menimpa Antasari Azhar dalam beberapa hari ini memang menjadi sorotan media hingga berhasil menggeser posisi berita soal politik yang tak lain mengenai masalah koalisi dan capres dan cawapres.
Kasus ini menjadi heboh selain melibatkan ketua KPK non aktif Antasari Azhar, juga dikarenakan motif yang melatar belakangi kasus tewasnya Nasrudin Zulkarnaen juga masih simpang siur, ada yang bilang ini masalah cinta segitiga yang melibatkan wanita yang bernama Rani Juliani, seorang caddy dan juga masalah penjebakan yang dilakukan untuk menghancurkan reputasi Antasari Azhar.

Namun terlepas dari semua itu, aku melihat ada tindakan diskriminatif dalam kasus Antasari Azhar, yang dimulai pencekalan yang dilakukan kejaksaan agung yang hanya mengeluarkan pencekalan terhadap Antasari Azhar tapi tidak mengeluarkan pencekalan terhadap tersangka yang lain, selain itu pencekalan tersebut seakan-akan dibesarkan seperti layaknya Antasari Azhar adalah orang yang termasuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Kemudian masalah yang sebenarnya ini adalah hal biasa dan prosedural yaitu Antasari memakai baju tahanan. Pemakaian baju tahanan itu seakan memberi kesan buruk dalam benakku karena mereka para koruptor yang dulunya pernah ditangkap Antasari tidak pernah memakai baju tahanan malah mereka bisa enak-enakan berlambai tangan dengan baju yang keren, padahal mereka sama statusnya dengan Antasari yaitu sama-sama tersangka.

Kebodohan pelaku pembunuh Nasrudin

Dari berbagai media yang sering aku baca dan liat, rata-rata mereka menyatakan bahwa pembunuh yang melakukan pembunuhan terhadap Nasrudin merupakan kategori pembunuh profesional karena bisa menembakan senjata sambil menaiki motor. Mungkin itu ada benarnya namun ditelisik dari barang bukti yang ditemukan oleh polisi kesimpulan itu seakan-akan mental karena cara mereka memperlakukan barang bukti (kalau itu benar) berarti mereka adalah pembunuh yang bodoh.

Kita bisa memikirkan barang bukti tersebut dari sudut pandang orang biasa,

  1. Katanya peluru untuk membunuh Nasrudin masih ada di dalam pistol yang ditemukan dan masih bersisa 4 peluru karena 2 peluru sudah digunakan. Secara teori harusnya para pembunuh profesional tahu bahwa barang bukti harus dilenyapkan baik itu pistol maupun pelurunya karena orang yang membunuh pakai pisau saja biasanya mereka langsung membuangnya. Ini malah masih ada peluru dalam pistolnya, agak ganjil untuk seorang pembunuh.
  2. Plat mobil yang digunakan untuk membunuh tidak diganti seusai membunuh. Ini malah lebih ganjil karena jangankan karena melakukan perbuatan membunuh, orang yang biasanya melakukan tabrak lari saja langsung mengganti plat mobilnya. Ganjil dan sangat ganjil untuk kategori sebuah pembunuhan.
  3. Mobil yang digunakan katanya adalah mobil sewaan yang dimana para pembunuh ini katanya menyewa mobil menggunakan KTP asli. Ini juga ganjil, masa menyewa mobil untuk membunuh menggunakan KTP asli kemudian setelah membunuh platnya juga tidak diganti, sudah pasti ketahuan. Orang yang mau mencuri saja menggunakan KTP palsu. Ganjil lagi.

Namun apapun skenario atau motif dalam kasus ini diharapkan bisa diselesaikan dengan seadil-adilnya dan juga diharapkan kasus ini jangan dibawa ke ranah politik yang mungkin saja akan jadi bahan “omong-omong” dalam kampanye presiden nanti.

Posted in indonesia news, kriminalitas, politik | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

DPR Curiga “Aroma Lain” di Kasus Antasari

Posted by adysetyop on May 7, 2009

JAKARTA – Teka-teki kasus penembakan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin yang menyeret nama Antasari Azhar masih menyimpan segudang pertanyaan.

Antasari yang telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga dikabarkan akan segera dicopot. Namun tidak hanya sekedar mencari pengganti, DPR sebagai pihak yang akan menyeleksi calon Ketua KPK juga akan mempelajari berbagai motif yang dimungkinkan menjadi pemicu kasus tersebut.

“Apakah kalau yang salah satu orang, semua pimpinan kolektif harus diganti? Misalnya bisa saja ini bukan hanya soal penembakan. Kita akan pelajari, temasuk misalnya apakah ada motif jual beli kasus atau motif lainnya,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPR Soeripto kepada okezone, Kamis (7/5/2009).

Penyelidikan tersebut, menurut dia, dilakukan untuk mencari tahu apakah ada keterlibatan pimpinan kolektif lainnya dalam kasus itu. Karena DPR dimungkinkan untuk memilih calon pengganti Antasari dari empat pimpinan kolektif yang ada saat ini.

“Ya bisa calon baru juga,” katanya.

Posted in indonesia news, kriminalitas | Tagged: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.